Implementasi Undang-undang Republik Indonesia No.43  Tahun 2007 Tentang Perpustakaan dan Kaitannya dengan Perpustakaan Sekolah

 

Pendahuluan

Undang-undang adalah sumber hukum kedua tertinggi setelah Undang-undang Dasar, dan sudah selayaknyalah bila dijadikan acuan utama dalam pelaksanaan hal yang diaturnya. Di Indonesia pada akhir tahun 2007, telah disahkan sebuah Undang-undang yang sangat besar artinya bagi dunia kepustakawanan, yaitu Undang-undang No.43 Tahun 2007, tentang Perpustakaan. Sebuah undang-undang yang mencakup seluruh aspek penyelenggaraan dari segala jenis perpustakaan, termasuk di dalamnya perpustakaan sekolah.

Akan tetapi, bila dilihat kembali Undang-undang No.43 Tahun 2007 Tentang Perpustakaan, masih agak sulit untuk menjadikannya sebuah acuan utama dalam penyelenggaraan perpustakaan di Indonesia. Hal ini disebabkan, karena sampai saat ini, belum diterbitkan Peraturan Pemerintah yang mendukung Undang-undang tersebut, yang akan mengatur hal-hal mengenai Standar Nasional Perpustakaan dan seluruh ketentuan lebih lanjut yang berkaitan dengan pelaksanaan Undang-undang tersebut.

Harian Kompas terbitan 2 September 2002 menyebutkan, hanya ada 5 persen saja dari sekitar 300.000 sekolah di seluruh Indonesia yang memiliki perpustakaan dengan kondisi cukup bagus. Itupun tidak didukung oleh pustakawan yang profesional di bidangnya. Padahal dalam PP No.19 Tahun 2005 Pasal 42 ayat 2 tentang Standar Nasional Pendidikan disebutkan bahwa setiap sekolah wajib memiliki prasarana ruang perpustakaan, dan idealnya dikelola oleh seorang pustakawan sekolah.

Topik inilah yang menjadi inti dari Seminar dan Workshop yang akan kami selenggarakan, dengan masalah utama Implementasi Undang-undang Republik Indonesia No.43  Tahun 2007 Tentang Perpustakaan dan Kaitannya dengan Perpustakaan Sekolah.

 

Tujuan dan Sasaran

I.  Tujuan kegiatan ini adalah:

1.                    Mengetahui keadaan di lapangan dan membahas implementasi ideal UU No.43 Tahun 2007

2.                    Membahas bagaimana implementasi UU tersebut akan mempengaruhi standar perpustakaan khususnya perpustakaan sekolah

3.                    Mendiskusikan bagaimana perpustakaan sekolah yang ideal di Indonesia

II.  Sasaran kegiatan ini adalah:

1.                    Guru Pustakawan, Pustakawan dan Pengelola Perpustakaan Sekolah

2.                    Kepala Sekolah

3.                    Mahasiswa

4.                    Masyarakat Umum

 

Jenis Kegiatan

1.        Seminar Nasional

2.        Workshop

3.        Wisata (Opsional)

 

Nara Sumber

1. Dr. H. Dadang Dally

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat (Key Note Speaker)

2. Dra.Sri Sularsih, M.Si.

Ketua Tim Penyusun UU Perpustakaan dan Sekretaris Utama Perpusnas RI

3. Dr. Wasis D. Dwiyogo

Tim Pengembang Standar Kualifikasi dan Kompetensi Kepala dan Tenaga Perpustakaan Sekolah & Madrasah

4. Dra. Lucya Dhamayanti

Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan Sekolah dan Perguruan Tinggi

5. Prof. Dr. H. Said Hamid Hasan, M.A.

Pemerhati aktif masalah perpustakaan dan kepustakawanan, Dosen UPI

6. Dr. Yooke Tjuparmah S. Komaruddin, M.Pd

Pemerhati aktif masalah perpustakaan dan kepustakawanan, Dosen UPI

7. Drs. H. Dinn Wahyudin, M.A.

Pemerhati aktif masalah perpustakaan dan kepustakawanan, Dosen UPI

8. Drs. H. Ase Suherlan Muchyidin, M.A.

Pemerhati aktif masalah perpustakaan dan kepustakawanan, Dosen UPI

9. Drs. Agus Rusmana, M.A

Vice President of Ikatan Sarjana Ilmu Informasi dan Perpustakaan Indonesia, Dosen Jurusan Informasi dan Perpustakaan UNPAD

10. Ibu Hanna Latuputty-George

Ketua Asosiasi Pekerja Informasi Sekolah Indonesia

 

Jadwal Kegiatan

Lokasi : Gd.JICA FPMIPA UPI

Waktu

Kegiatan

Pembicara

Hari ke 1, Jum’at

28 November 2008

Seminar “ Implementasi UU No.43 Tahun 2007 Tentang Perpustakaan”, terdiri dari:

1. “Pengembangan Perpustakaan Sekolah di Jawa Barat sesuai dengan UU Perpustakaan”

2. “Apa dan Mengapa UU Perpustakaan dan kaitannya dengan pengembangan perpustakaan sekolah”

3. “Kompetensi dan Sertifikasi Pustakawan Sekolah” 

4. “Sinergi Perpustakaan dan Sekolah, membentuk siswa pembelajar sepanjang hayat”

5. “Problema Pengembangan Perpustakaan Sekolah di Indonesia”

6. “Peranan (Guru) Pustakawan dalam membentuk budaya baca”

 

 

 

Dr. H. Dadang Dally

 

Dra.Sri Sularsih, M.Si.

 

Dr. Wasis D. Dwiyogo

Prof. Dr. H. Said Hamid Hasan, M.A

Dra. Lucya Dhamayanti

Dr. Yooke Tjuparmah S. Komaruddin, M.Pd.

Hari ke 2, Sabtu

29 November 2008

Workshop “Standar Perpustakaan Sekolah”, terdiri dari:

1.        “Aplikasi UU Perpustakaan di Sekolah”

2.        “Perpustakaan Sekolah, Sistem Pendukung Pengembangan Kurikulum Sekolah”

 

3.        “Membangun dan Mengelola Perpustakaan Sekolah yang Ideal”

 

4.        “Organisasi Profesi sebagai ajang Berbagai dan Konsultasi”

5.        Workshop

 

 

 

Drs. H. Dinn Wahyudin, M.A.

 

Drs. H. Ase Suherlan Muchyidin, M.A.

 

Drs. Agus Rusmana, M.A

 

 

Ibu Hanna Latuputty

 

(Panitia)

Hari ke 3, Minggu

30 November 2008

Wisata (Opsional, biaya diluar Seminar Nasional & Workshop Fee)

Wisata Alam, Wisata Sumber Belajar, Wisata Belanja

 

 

Biaya  Seminar Nasional & Workshop Fee:

                Mahasiswa              : 200.000

                Pustakawan/Guru    : 350.000

                Umum                      : 400.000

 

Akomodasi:

Ruangan Seminar ber-AC, Coffe Break, Lunch, Seminar Kit, Sertifikat.

 

Untuk Pendaftaran silakan isi formulir pendaftaran, dan kirimkan melalui fax atau via email.

Untuk Informasi Lebih Lanjut Hubungi:

Phone : 022 – 2019487

Fax     : 022 – 2019487

email   : dian.arya.s@gmail.com 

Seminar dan Workshop ini diselenggarakan oleh

Perpustakaan Pusat Universitas Pendidikan Indonesia

 

 

Menjadi Pustakawan sekolah adalah menjadi seorang super hero, karena seperti guru, dia harus menguasai ilmu pedagogik, psikologi perkembangan dan dasar-dasar ilmu pendidikan. Selain itu, dia juga harus menjadi PUSTAKAWAN, yang berarti dia harus bisa menjadi seorang manager yang mampu memenej institusi perpustakaan yang berada dibawahnya, menjadi detektif yang mampu menggali rahasia pertanyaan terdalam dari pengguna perpustakaan, menjadi politikus yang mampu melakukan lobi-lobi dengan para penentu kebijakan demi masa depan perpustakaan, menjadi ahli komputer yang mampu mencari informasi instan di dunia maya, plus membetulkan hardware atau software biola ada kerusakan ringan, juga menjadi malaikat yang bisa dengan penuh kasih sayang, tanpa melihat siapa atau apa penggunanya, melayani dengan sepenuh hatinya.

Pustakawan, seperti yang sering digambarkan oleh dosen saya waktu kuliah dulu, harus bisa menjadi seperti Dewa Janus, yang memiliki emapt muka yang masing-masing menghadap ke arah yang berbeda. Maksudnya adalah, pustakawan harus bisa melihat ke masa depan, sekaligus ke masa lalu, sambil mempertimbangkan masa kini dengan melihat ke arah kanan atau arah kiri.

Tapi, menjadi super hero, berarti bekerja berdasarkan hati nurani, bekerja dengan penuh kesadaran bahwa kerja kerasnya, resiko yang diambilnya akan tidak sepadan dengan fee yang diterimanya.

Sebuah ajang yang meriah, seperti layaknya pesta baru saja ditutup kemarin, 10 Februari 2009. Pesta buku Bandung, sebuah pameran buku yang menjual discount dan promosi buku baru.

Seperti layaknya sebuah pameran, orang datang dan pergi, beberapa datang dan bertanya, beberapa memilih dan membeli, tak jarang yang keluar dari sebuah stand dengan muka sedih, karena tidak punya cukup budget untuk beli buku yang diinginkannya (termasuk saya…hiks!). Tapi lumayan, untuk anda yang mempunyai anak balita atau usia pra sekolah, disana tersedia buku-buku latihan motorik halus, latihan kognitif, activity book dan sains sederhana dengan harga yang cukup terjangka (dibawah 10.000 rupiah). Walopun, untuk membeli buku-buku dengan genre dewasa, masih juga kisaran harganya diatas 30.000 rupiah, setidaknya, lumayan…

Tapi saya salut kepada Pemkot Bandung, yang bekerja sama denngan IKAPI secara rutin mengadakan pameran buku murah meriah setiap dua kali setahun, biasanya bulan februari dan agustus. hatur nuhun Kang Dada, walaupun saya tidak memilih anda, tapi kerja anda saya hargai…

Alhamdulillah, acara sudah selesai, walopun tadinya direncanakan tiga hari, tapi terlaksana hanya dua hari, tapi secara garis besar, kegiatan berjalan lancar.

Terimakasih untuk semua pihak yang telah membantu, terutama seluruh panitia, I Love U all…. Peserta yang dengan antusias mengikuti kegiatan, dan seterusnya.

Untuk yang berminat melihat hasil workshop silakan lihat di sini.hasil-workshop-standar-perpustakaan-sekolah.

Yang hendak melihat beberapa foto pilihan, silahkan melihat di situ.

semoga bermanfaat…

semoga selanjutnya blog ini masih bisa hidup dengan artikel2 yang mengispirasi…

Oh iya, untuk penulis makalah, kami masih sedang dalam proses penyusunan prosiding. kami mohon maaf yang sebesar-besarnya untuk keterlambatan ini, semoga bisa segera selesai.

Insya allah, kalau sudah selesai akan kami tautkan di blog ini nanti.

OK… c u around…

dian arya

Kepada para guru yang wajib digugu dan ditiru, kami panitia Seminar dan Workshop 2008 mengundang anda untuk menulis makalah ilmiah. Tulisan anda akan kami terbitkan pada Prosiding Seminar ber-ISSN.

Ketentuan penulisan yaitu sebagai berikut:

1.       Tema makalah sesuai dengan tema seminar dan workshop yaitu Implemetasi Undang-undang No.43 Tahun 2007 tentang perpustakaan dan kaitannya dengan perpustakaan sekolah.

2.       Makalah ditulis pada kertas A4, huruf Times New Roman ukuran 12 spasi 1,5. Maksimal jumlah halaman adalah 15 halaman.

3.       Makalah yang diserahkan diharap berupa soft copy, dapat diserahkan langsung pada saat seminar, atau dikirimkan via email ke dian.arya.s@gmail.com.

4.       Diharapkan makalah memenuhi hakikat penulisan ilmiah, dengan peraturan sitasi dan sebagainya.

Untuk anda, peserta seminar yang juga mengirimkan makalahnya, akan mendapatkan potongan biaya investasi sebanyak Rp.100.000,-.

Bila anda menulis dan mengirimkan makalah anda kepada kami , anda mendapat tiga keuntungan sekaligus, yaitu mendapatkan discount biaya investasi seminar, tetap mendapatkan sertifikat, plus mendapatkan kum untuk kenaikan pangkat. Jadi, tunggu apalagi?

Mulailah menulis!

Hidup budaya literasi Indonesia!

By: Dian Arya

Kampus Universitas Pendidikan Indonesia atau biasa disebut Kampus Bumi Siliwangi (karena pernah dipakai sebagai base oleh Pasukan Siliwangi), terletak di dataran tinggi Bandung bagian Utara yang pada umumnya beriklim sejuk.

Untuk bisa mencapainya dari stasiun KA (lihat peta) anda bisa menggunakan angkot jurusan St.Hall-Lembang yang menuju ke Lembang. Tapi bila anda tidak ingin tersesat di Bandung, silakan pergunakan Taxi. Dijamin perjalan anda akan lebih cepat dan nyaman.

Untuk anda yang datang dari jauh, ada banyak sekali pilihan penginapan di sekitar kampus (lihat di sini), dengan berragam tipe dan kelas. Jadi, tunggu apa lagi…

Kami tunggu anda di Seminar dan Workshop 2008!

 

Panitia Seminar dan Workshop 2008 mengajak anda untuk menikmati indahnya kota Bandung lewat Program Wisata Tour de Bandung. Program ini bersifat opsional (tidak wajib), dengan biaya di luar investasi seminar dan workshop.

Bandung sebagai sebuah tujuan wisata tentunya memiliki banyak tempat untuk dikunjungi. Kami menawarkan paket dalam memandang kota Bandung, yaitu:

1.       Wisata Pusat Sumber Belajar

2.       Wisata Alam

3.       Wisata Belanja

4.       Wisata Outbond

Berikut adalah rincian tujuan/objek wisata yang bisa dikunjungi berdasarkan paket diatas;

 

1.       Wisata Pusat Sumber Belajar

a.       Museum Geologi

b.      Museum Asia Afrika

c.       Museum Mandala Wangsit

d.      Biggest Sundial

e.      Saung Mang Ujo

 

2.       Wisata Alam

a.       Kawah Putih

b.      Strawberry Field

c.       Pemandian Air Hangat

d.      Situ Patenggang

 

3.       Wisata Belanja

a.       Cihampelas Jeans

b.      Pasar Baru

c.       Kerajinan Kulit Cibaduyut

d.      Factory Outlet

 

4.       Wisata Outbond

Ciwangun Outbond / Kataji Outbond

 

Anda bisa memilih satu dari paket yang kami sediakan, dan untuk memastikan keikutsertaan anda, silahkan mengisi formulir, dan mengirimkannya beserta bukti transfer dan formulir pendaftaran seminar.

Panitia Seminar dan Workshop bersedia membookingkan penginapan bagi peserta di luar Bandung, dengan catatan mengirimkan biaya booking minimal 20% dari biaya penginapan, sampai dengan 2 hari sebelum hari H.

Caranya yaitu dengan mengisi formulir terlampir,  dan mengirimkannya beserta bukti transfer dan formulir pendaftaran seminar.

Berikut adalah list penginapan yang berada di sekitar Kampus Bumi Siliwangi.

Untuk mengetahui fasilitas dari masing-masing hotel silahkan klik halaman brosur. 

 

1.    Hotel Abadi Asri

    Jl. Dr. Setiabudhi 287, 022 – 2012000/ 022 – 2014109

Room rate :

Standard room (non AC) Rp.295.000,-

Deluxe room (AC) Rp.375.000,-

 

2.    Hotel Setiabudhi Indah

Jl. Dr. Setiabudhi 266, 022 – 2016719/ 022 – 2016720/ 022 – 2011528

Room rate:

Economy room (non AC) Rp.273.000,-

Standard room (non AC) Rp.346.000,-

Deluxe room (AC) Rp.412.000,-

Superior room (AC) Rp.445.000,-

 

3.    Casa d’Ladera

    Jl. Dr. Setiabudhi 262, 022 – 2007602

Room rate:

Standard room Rp.300.000,-

Deluxe room Rp.400.000,-

Superior room Rp.600.000,-

 

4.    Hotel Ponty

Jl. Dr. Setiabudhi 276, 022 – 2011876/ 022 – 2018788

Room rate:

Study room Rp.270.000,-

Standard room Rp.360.000,-

Executive room Rp.420.000,-

Family room Rp.530.000,-

 

 

5.    Hotel Talagasari

Jl. Dr. Setiabudhi 269 – 275, 022 – 2012632(hunting)/ 022 – 2014107

Room rate:

Economic room Rp.220.000,-

Standard room Rp.300.000,-

Executive Plus room Rp.375.000,-

Executive Bungalow room Rp.375.000,-

 

6.    The Cipaku Garden Hotel

Jl. Cipaku Indah XI/2, 022 – 20110221 /www.cipakugardenhotel.com

Room rate:

Economy room Rp.285.000,-

Standard room Rp.385.000,-

Superior room Rp.485.000,-

Deluxe room Rp.585.000,-

 

7.    Catellya Guest House

Jl. Cipaku Indah III No.11, 022 – 2010221

Room rate:

Economy A room (non AC)Rp.70.000,-

Standard A room (non AC)Rp.119.000,-

Standard B room Rp.139.000,-

…………………………………………………………

 

Form. Akomodasi Peserta dari Luar Bandung

 

Saya yang bertandatangan di bawah ini;

Nama                        :……………………………………………

Instansi          :……………………………………………

telah mentransfer biaya booking ke rekening BNI Syariah Bandung nomor 0155426011 atas nama Dian Aria Susanti, sejumlah…………………………………….

 

 

…………………………..,……………..2008

 

 

 

 

(Nama terang dan Tanda tangan)

Pemerintah Hindia Belanda yang saat itu menguasai Jawa dan Nusantara pada umumnya dibawah pimpinan Gubernur Jendral Herman Willem Daendles (1808-1811), mempunyai rencana sebuah jalan yang membelah Pulau Jawa, menghubungkan Anyer di ujung barat dan Panarukan di Ujung Timur. Jalan ini, yang dikenal sebagai Jalan Raya Pos (Groote Postweg), membentang sepanjang kurang lebih 1000 kilometer. Pembuatan jalan tersebut dimaksudkan untuk mempermudah hubungan antara daerah-daerah yang berdekatan serta dilalui jalan tersebut. Atas perintah Daedles inilah, sejak tanggal 25 Mei 1810 , ibu kota Kabupaten Bandung yang semula berada di Karapyak mengalami perpindahan, mendekati Jalan Raya Pos.

Bupati Wiranata Kusumah II, dengan persetujuan sesepuh serta tokoh-tokoh dibawah pemerintahannya, memindahkan ibu kota Kabupaten Bandung dari karapyak ke Kota Bandung sekarang. Daerah yang dipilih sebagai ibu kota baru tersebut, terletak diantara dua buah sungai sungai, yaitu Cikapundung dan Cibadak daerah sekitar alun-alun Bandung sekarang yang dekat dengan Jalan Raya Pos. daerah tersebut tanahnya melandai ke timur laut sehingga cocok dengan persyaratan kesehatan maupun kepercayaan yang dianut saat itu. Sungai-sungai yang mengapitnya juga dapat berfungsi sebagai sarana utilitas kota. Setahap demi setahap, dimulailah pembangunan ibu kota kabupaten baru. Perpindahan rakyatnya pun dilakukan secara bertahap, disesuaikan dengan pengadaan perumahan serta fasilitas lain yang tersedia.

Menurut buku sejarah Kabupaten Bandung, pada tahun 1846, jumlah penduduk Kota Bandung baru sekitar 11.054 jiwa, terdiri atas 11.000 orang bangsa pribumi, 9 orang bangsa eropa, 15 orang bangsa Cina, dan 30 orang bangsa Arab, serta bangsa Timur lainnya. Saat itu Kota Bandung masih merupakan pemukiman kota kabupaten yang sunyi sepi, dengan pemandangan alam berupa bukit-bukit dan gunung-gunung disekelilingnya.

Pada tahun 1852, daerah priangan terbuka untuk siapa saja yang ingin menetap disana. Dengan adanya pengumuman yang dibuat oleh Residen Priangan, Steinmetz, maka mulailah berdatangan para pemukin baru. Dengan keadaan alam yang sangat mebarik, Bandung sebagai suatu tempat bermukim banyak mengundang para pendatang untuk tinggal dan menetap ditanah Parahiangan tersebut.

Untuk mengatur pembangunan kota akibat bertambahnya jumlah penduduk, maka disusun suatu pedoman dasar bagi pembangunan Kota Bandung dengan “Rencana Kota Bandung” (Plan der Negorij Bandoeng). Dengan adanya rencana ini, maka dimulailah lebih terarah dan terkendali. Pada tahun 1850, mulailah dibangun Masjid Agung serta Pendopo Kabupaten-saat ini terletak di pusat Kota Bandung. Adanya ruang terbuka, alun-alun, yang berhadapan dengan pendopo yang berfungsi sebagai pusat pemerintahan, serta dibangunnya bangunan-bangunan lain yang berfungsi sebagaifasilitas pelayanan dan penunjang kegiatan pemerintahan kota, seperti kantor pos, penjara, bank dan pasar-mencerminkan tipe pusat kota tradisional dengan sedikit pengaruh Barat.

Itulah sekilas sejarah berdirinya kota Bandung, yang mana dalam perjalanannya Bandung sempat dipersiapkan sebagai ibu kota Hindia Belanda, dengan rencana memindahkan ibu kota pemerintahan dari Batavia ke Bandung. Maka Bandung dipersiapkan sedemikian rupa untuk perpindahan tersebut, salah satunya dengan membangun bangunan-bangunan pemerintahan dan pemukiman dengan rencana tata ruang yang baik.

(Courtessy Bandung Society for Heritage Conservation)

uploaded by: dianarya