Menjadi Pustakawan sekolah adalah menjadi seorang super hero, karena seperti guru, dia harus menguasai ilmu pedagogik, psikologi perkembangan dan dasar-dasar ilmu pendidikan. Selain itu, dia juga harus menjadi PUSTAKAWAN, yang berarti dia harus bisa menjadi seorang manager yang mampu memenej institusi perpustakaan yang berada dibawahnya, menjadi detektif yang mampu menggali rahasia pertanyaan terdalam dari pengguna perpustakaan, menjadi politikus yang mampu melakukan lobi-lobi dengan para penentu kebijakan demi masa depan perpustakaan, menjadi ahli komputer yang mampu mencari informasi instan di dunia maya, plus membetulkan hardware atau software biola ada kerusakan ringan, juga menjadi malaikat yang bisa dengan penuh kasih sayang, tanpa melihat siapa atau apa penggunanya, melayani dengan sepenuh hatinya.
Pustakawan, seperti yang sering digambarkan oleh dosen saya waktu kuliah dulu, harus bisa menjadi seperti Dewa Janus, yang memiliki emapt muka yang masing-masing menghadap ke arah yang berbeda. Maksudnya adalah, pustakawan harus bisa melihat ke masa depan, sekaligus ke masa lalu, sambil mempertimbangkan masa kini dengan melihat ke arah kanan atau arah kiri.
Tapi, menjadi super hero, berarti bekerja berdasarkan hati nurani, bekerja dengan penuh kesadaran bahwa kerja kerasnya, resiko yang diambilnya akan tidak sepadan dengan fee yang diterimanya.